Slide K.I.S.A.H

IMPERIUM INGGRIS DI INDIA


IMPERIUM INGGRIS DI INDIA
Sejak tahun 1500-an, Inggris mulai melakukan perluasan wilayahnya untuk mencari daerah koloni agar mendapatkan rempah-rempah dan dapat menyediakan bahan industri agar dapat menjual produknya ke pasaran dunia. Pada saat Inggris datang ke India, di sana telah dikuasai oleh sebuah dinasti Islam, yaitu dinasti Moghul. Ingris yang pertama masih bermotifkan ekonomi (merkantilisme) demi melancarkan kepentingan tersebut, maka pada tahun 1600 Inggris membentuk kongsi dagang di India yaitu EIC (East India Company) ketika Ratu Elizabeth I berkuasa. EIC membangun pos-pos niaga di sebagian wilayah perkotaan India. India dijuluki sebagai mahkota emas karena akan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi Inggris. Negara yang ingin merebut India tidak hanya Inggris, Perancis yang saat itu berebutan kekuasaan di Asia datang ke India dengan membentuk (Compaigne des Indes).
Inggris berhasil medapatkan kota-kota di india antara lain, Surat (1612), Madras (1639), Bombay (1661), Calcutta (1690) sedangkan Perancis mendapatkan kota Surat (1664), Pondhicerry (1673) dan Chandranagar (1688). Kota-kota ini yang dijadikan pangkalan-pangkalan untuk merebut India tetapi karena pada waktu itu kerajaan Moghul masih sangat kuat sekali, Inggris dan Perancis belum berani meluas ke pedalaman. Namun setelah wafanya Aurangzeb, raja Moghul pada tahun 1707, digantikan oleh sultan Ahmad mulai melemah pengaruhya, kerajaan Moghul mundur dan mengalami perpecahan. Hal ini dimanfaat kan Inggris untuk meluaskan daerahnya ke pedalaman. Perancis di pimpin oleh Dupleix dibagian Deccan, dan Inggris oleh Robert Clive dibagian benggala. Kedua negara imperialis ini kemudian saling langgar-melanggar perjanjian dan timbullah perang perebutan tanah jajahan antara keduanya. Tetapi dengan kembalinya Dupleix ke Perancis maka Inggris lah yang akhirnya menang. Perang perbutan tanah jajahan tersebut di kenal dengan Perang Tujuh Tahun (1756-1763), Perancis menyerahkan semua jajahannya di India kecuali Pondhicerry dan Chandranagar.
Pada tahun 1773, Parlemen Inggris memulai serangkaian reformasi administrasi dan ekonomi di India. Jabatan Gubernur Jenderal Bengal telah dibuat. Warren Hastings menjadi Gubernur Jenderal pertama Bengal. Gubernur Jenderal dan dewan legislatif semua kekuasaan. Mahkamah agung didirikan di Calcutta dan Sir Elia Impey menjadi kepala peradilan di India.
PERLUASAN IMPERIUM INGGRIS
Inggris tidak dengan mudah menguasai India. Raja-raja di India melawannya dengan hebat, tetapi berkat kepandaian dan tipu muslihat, Inggris dapat mengadu domba mereka dan menguasainya. Raja-raja yang terkenal dalam perang melawan Inggris ialah Raja Maratha dari Deccan, Tiga kali raja Maratha mengadakan perlawanan kepada Inggris yang disebut sebagai Perang Maratha I, II, III dalam perang itu Inggris selalu menderita kekalahan dan meminta perdamaian. Raja India lainnya yaitu Radja Sikh di Punjab, awalnya Inggris tidak berani melawan kerajaan sikh dan melakukan politik persahabatan, tetapi setelah ranjit sikh meninggal terjadi perpecahan antara bangsa Sikh. Timbulah perpecahan antara bangsa Sikh dengan Inggris yang akhirnya di menangkan oleh Inggris, dan kerajaan Sikh pun hilang tahun 1849.
Gubernur Jenderal Inggris di India (1774 - 1858)
1.Warren Hastings (1774 - 1785) Warren Hastings pertama adalah Gubernur Jenderal India. Dasar dari kerajaan Inggris telah ditetapkan oleh Clive (Gubernur pertama Bengal) dan Warren Hastings konsolidasi itu.
2.Cornwallis (1786 - 1793) dikenal sebagai ayah dari India Layanan Sipil. Dia memperkenalkan sistem dari penyelesaian permanen, juga disebut Penyelesaian Tetap Bengal, pada tahun 1703. Itu kesepakatan antara Perusahaan India Timur dan para tuan tanah Bengali (zamindars) pertanian yang efektif metode dan produktivitas dalam kekaisaran.
3.Wellesely (1797 - 1805) mengadopsi kebijakan Anak Perusahaan Aliansi. Ia mendirikan Fort William Colleg di Calcutta.
4.Lord William Bentinck (1828 – 1835) seorang pembaharu sosial yang terkenal. Dia menghapuskan sistem Sati tahun 1829.
5.Dalhousie (1845 - 1856) meletakkan landasan kereta api di India. Jalur kereta api pertama diletakkan antara Bombay dan Thane dan mulai beroperasi pada tahun 1853. Dia juga memulai telegram pertama garis di India antara Agra dan Calcutta. Dia memperkenalkan UU Janda menikah lagi, dibuka kantor pos di India, yang didirikan Departemen Pekerjaan Umum, dan memperkenalkan Doktrin Selang.

Pada tahun 1830, EIC mengambil keuntungan dari melemahnya seluruh kerajaan di India dengan mengambil alih kekuatan politik dan militer. Pengambilalihan kekuasaan oleh inggris ini, terutama EIC, yang meliputi kekuasaan ekonomi, keamanan, dan pemerintahan menimbulkan pemberontakan yang dilakukan oleh tentara India terhadap kemiliteran
Inggris pada tahun 1857, yang disebut pemberontakan Sepoy atau The Indian Mutiny (Pemberontakan Tentara India).

Sebab umum :
1.Rakyat india menderita, penjajahan-penjajah Inggris di India hidup mewah. Orang Inggris di India merasa dirinya diatas masyarakat India dan tidak memprdulikan penderitaan rakyat India. Hal ini menimbulkan kebencian rakyat india terhadap orang Inggris.
2.Perbedaan didalam perlakuan antara serdadu Inggris dan India yang menusuk hati tentara-tentara india. Hal ini menimbulkan kebencian tentara india terhadap tentara Ingris.

Sebab Khusus :
Perintah panglima tentara inggris di India untuk menjilat ujung peluru lebih dahulu sebelum digunkan untuk meghilangkan gemuk yang ada pada peluru tersebut. Tentara india yang beragama hindu mengira bahwa gemuk itu adalah gemuk lembu. Bagi mereka lembu merupakan binatang yang suci, semacam dewa yang tidak boleh dipotong ataupun dimakan. Karena itu perintah panglima Inggris itu dianggap menghina agama Hindu. Pradjurit yang beragama islma mengira bahwa gemuk itu adalah gemuk babi yang najis bagi agama islam, printah panglima Inggris dianggap melecehkan agama islam maka timbulah pemberontakan.
Pemberontakan meluas disebabkan karena pemberontakan didukung oleh para pemimpin feodal dan ulama-ulama yang mampu memberikan spirit kepada massa. Pemberontakan Mutiny berubah dari pemberontakan tentara menjadi pemberontakan politik. Penanganan pemberontakan tidak dapat dilakukan dengan cepat akibat terputusnya jaringan komunikasi untuk meminta bantuan kepada pasukan Inggris. Dampak dari pemberontakan Mutiny adalah dengan dibubarkannya EIC melalui maklumat Victoria 1858, dihapuskannya Dinasti Moghul, dan India berada langsung dibawah kekuasaan kerajaan Inggris. Maka dari sinilah British Empire II dimulai.
Empres Of India (1876)
Setelah Kanada diberi status dominion oleh Inggris, tidak ada perbincangan dari pemerintah inggris untuk memberiakn kesempatan India menjadi dominion. Tahun 1 Mei 1876, Perdana menteri Inggris yaitu Disraeli, menunjuk Victoria menjadi Empress of India. Pemerintah Inggris menyatakan dengan pemberian Empress of India kepada Victoria, bahwa Inggris akan tetap di India hingga beberapa abad lagi. Tindakan ini membuat India tidak diberi kesempatan untuk merdeka, bahkan kembali menjadi jajahan. Bangsa Inggris telah lupa akan pemberontakan Muntiny yang telah dilakukan oleh perajurit India. Dengan diberlakukannya Empress of India maka sudah waktunya untuk rakyat india melakukan gerakan nasionalisme terhadap pemerintahan Inggris. Dibentuknya All Indian National Congress 1885 dengan tujuan melakukan gerakan nasionalisme demi kemerdekaan rakyat India.
Gerakan Nasionalisme India
Pemberontakan muntiny belum disebut sebagai perang kemerdekaan atau perang nasional india seseunguhnya. Tetapi pemberontakan tersebut merupakan awal dari bangkitnya rasa nasionalisme rakyat India. Setelah keadaan reda akibat pemberontakan muntiny, kedudukan orang inggris mulai teristimewakan kembali, rakyat india kembali menderita, karena rakyat itu tidak lagi mengharapkan pembaharuan dari inggris. Selain itu hanya orang-orang inggris lah yang berhak duduk dalam pemerintahan. Bertambahnya jumlah orang-orang India terpelajar yang mengenal keadaan di Eropa mereka telah mengenal berbagai macam pendidikan mengenai Liberalisme dan Demokrasi yang menimbulkan semangat nasionalisme India.
Berbagai sebab timbulnya nasionalisme di India dalam lingkup eksternal dikarenakan. Pemberian dominion-status kepada Kanada tahun 1867. Hal ini menimbulkan keinginan bangsa India untuk memerintah sendiri dalam bentuk status dominion seperti Kanada. Selain itu kemenangan jepang dalam perang Rusia tahun 1905 membuka mata sia, bahwa bangsa Asia juga dapat mengalahkan bangsa kulit putih, kemajuan jepang menjadi contoh untuk mencapai kemerdekaan India.
Allan O Home. Seorang berkebangsaan inggris yang mencintai india mengambil inisiatif untuk medirikan kongres tersebut. Rapat pertama dalam kongres tersrbut diadakan di Bombay yang di pimpin oeh Banerji. Program yang dijelaskan lum ada, karena harus memelihara persatuan diantara anggota-anggota yang berbeda-beda agama dana aliran. Karena inilah maka mula-mula kongres kuarnag jelas dalam keputusan dan tindakannya.
Pada tahun 1906 kaum muslim keluar dri kongres dan mendirikan persatuan sendiri yaitu Moslem league. Sebab sebagian besar terdiri dari orang-orng yang beragama hindu dan makin lama hanya kepentingan agama hindu saja yang dipersoalkan. Orang-orang hindu fanatik lama-lama bersemboyan bahwa India adalah Hindu. Hal ini dianggap sebaagi ancaman terhadap minoritas muslim isalm di India. Moslem League mula-mula hanya menuntut pemilihan perwakilan yang terpisah, namun di tolak oleh kongres. Kemudian Moslem League negara sendiri bagi kaum muslim, yang berakhir bagi terciptanya Pakistan.
Pada tahun 1907, di dalam kongres nasional india terdapat 2 golongan yaitu Moderat dan extermist. Kaum moderate yaitu yang puas dengan tuntutan Swaraj (pemerintahan sendiri). Pemimpin Moderate adalah Banerji dan Motilal Nehru. Sedangkan dari kaum Extermist merupakan golongan yang menuntt kemerdekaan penuh (Purna Swaraj). Pemimpind ari kaum Extermist adalah Jawahallal Nehru dan Tilak. Tilak menganggap kongres terlalu lemah dan takut karena itu dia minta tindakan yang tegas dan radikal. Mula-mula memang tindakan kongres tidak tegas namun setelah Tilak mengkritik kongres dengan pedasa, berobahlah sifat kongres. Kongres sudah mulai lebih agresif dalam menindak kesewenangan yang dilakukan oleh pemeritah Inggris. Hingga akhirnya kongres menuntut status dominion (1923) dan akhirnya menuntut kemerdekaan penuh tahun (1930).
Gerakan-gerakan Nasiolasime di India
Arti nasionalisme di india lebih dalam dari pada nasionalisme di negara-negara Asia lainnya. Nasionaisme di India hendak mencapai pembaharuan manusia dengan contoh seorang Mahatma Gandhi.
Beberapa gerakan yang dilakukan oleh rakyat India.
1.Barhma Samadzj
Aliran yang hendak menghilangkan kepercayaan dewa-dewa dan menanamkan pemudjaan kepada satu dewa yang menjadi sumber hidup dan pangkal dari alam semesta. Pembaharun dari agama Hindu kuno dan Kasta-kasta di hapuskan, atas dasar peri kemanusiaan.
2.Rama Krisna
Aliran yang menghendaki kemabli pada agama hindu yang murni. Orang Asia mempunyai kebudayaan yang bedasarkan kerohaniaan yang halus dan tidak mementingkan material seperti barat.
3.Kongress National India 1855
Kongres ini merupakan kesatuan aksi bangsa india terhadap inggris. 73 delegasi bertemu di Bombay India dan mendirikan Kongres Nasional India.
4.Mahatma Gandhi
Gerakan perjuangan Gandhi adalah perlawanan tanpa kekerasan (satyagraha) yaitu ahimsa (gerakan yang melarang pembunuhan), satyagraha (untuk tidak bekerjasama dengan penjajah), hartal (pemogokan, tidak berbuat apa-apa termasuk datang ke tempat kerja), dan swadesi (menggunakan produksi sendiri).

Dengan adanya Gerakan Nasional India, pemerintah Inggris tidak tinggal diam, Inggris memperkenalkan reformasi Morley-Minto pada tahun 1909. Morley adalah seorang sekertatis negara Inggris untuk India. Reformasi ini menyebabkan pembentukan gubernur masing-masing di seluruh wilayah India. Warga negara di izinkan untuk duduk di bawah pemerintahan gubernur ini. Pada awal tahun 1917, Britania telah bermain-main dengan ide memberi India pemerintahan sendiri: perkembangan bertahap dari institusi pemerintahan sendiri dengan tujuan untuk realisasi progresif pemerintah yang bertanggung jawab di India sebagai bagian integral dari Kerajaan Inggris . Setelah tahun 1918, nasionalisme di India ditingkatkan. Ini mungkin disebabkan 2 alasan ;
1.Banyak warga terdidik di India tidak puas dengan reformasi Morley-Minto.
2.Woodrow Wilson merangsang pikiran banyak orang dengan keyakinannya dalam penentuan nasib sendiri - yaitu bahwa orang-orang dari negara yang memiliki hak untuk memerintah diri mereka sendiri.
Dalam perang dunia I (1914-1918) bangsa India membantu Inggris dalam menyelengar kan perangnya. Dengan ini India mengharapkan pembalasan budi baik dari Ingris berupa pemberian Swaraj kepada india. Tetapi setelah perang selesai, Inggris menjawab tuntutan ini dengan mengeluarkan Rowlatt Act pada tahun 1919. Inggris mengumumkan bahwa tindakan-tindakan represif yang diberlakukan selama Perang Dunia I melawan gerakan kemerdekaan India, yang telah membatasi hak-hak sipil, akan dilanjutkan, walaupun perang telah usai. The Rowlatt Acts menghentikan kebebasan berbicara, pers dan berserikat, dalam suatu usaha untuk menumpas ketidakpuasan yang terus meningkat. Rowlatt Act merupakan undang- undang yang mengancam bangsa India dengan tindakan-tindakan keras menurut hukum perang, jika bangsa India berani melakukan keonaran politik.
Bangsa India baik Hindu maupun Islam menentang undang-undang ini. Namun Keadaan menjadi genting, di punjab seluruh rakyat terang-terang menentang Inggris. Tiba-tiba terjadi peristiwa yang menemaparkan seluruh India yaitu pertempuran berdarah Amritsar (Amritsar Massacre) pada tanggal 13 April 1919. Di Amritsar (Punjab) ribuan laki-laki maupun perempuan berkumpul untuk menjalankan agama. Dengan sewenang-wenangnya datang lah Inggris yang di pimpin oleh Jendral Dyer dan membunuh orang-orang itu dengan tembakan. Mayat-mayat dan orang-orang yang terluka ditinggalkan begitu saja. 379 demonstran tidak bersenjata ditembak mati oleh tentara Inggris yang berbasis di sana dan 1200 orang luka-luka. Bangsa India menganggap ini sebuah pengkhianatan dan tidak akan pernah melupakan peristiwa ini dan memberikan kebencian kepada pemerintah Inggris.
Pada tahun 1919, untuk meredakan keadaaan yang genting tersebut maka pemerintah Ingris mengeluarkan Government of India Act. Inggris memperkenalkan Government of India Act atas usul montaqu dan Chelmsford yaitu memperkenalkan parlemen nasional dengan dua rumah untuk India. Pemerintah india di titik beratkan kepada pemerintahan-pemerintahan propinsi sedangkan pemerintahan pusat dipegang oleh Inggris. Dalam pemberian tugasnya pemerintah india hanya mengerjakan hal-hal yang tidak penting sedangkan pemerintah inggris mengatur seluruh urusan penting di India.
Kongress menolak Government of India Act ini, tetapi golongan-golongan moderat menerimanya dan keluar dari kongres. Mereka membentuk partai sendiri yang disebut National Liberal Federation. Kongres dibawah ganti mengumukan, SatyaGraha, Ahimsa, Swadesi dan Hartal dengan memboikot barang-barang dari luar negeri. Pada tahun 1921 keadaan menjadi makin kacau balau. Pemberontakan-pemeberontakan timbul dimana-mana, Hindu dan Islam bersatu dalam melawan Inggris. Pada tahun 1922, lebih dari 50.000 orang India dipenjarakan karena pembangkangan sipil. Pada 18 Maret 1922 Mahatma Gandhi dibawa ke hadapan seorang hakim dengan tuntutan menghasut dan diundang untuk membuat sebuah pernyataan sebelum dia dihukum. “Non-kooperasi dengan kejahatan adalah tugas yang sama pentingnya dengan kooperasi dengan kebaikan,” kata Gandhi, dan karena pemerintahan Inggris atas India adalah sebuah kejahatan, ia nyatakan, dia bersalah karena non-kooperasi tanpa-kekerasan terhadap kejahatan tersebut. Kemudian ia menantang hakim untuk memberinya hukuman yang setinggi mungkin atau mengundurkan diri dan bergabung dengan gerakan tersebut.
Kemudian pada tahun 1928 kongres memperkuat tuntutannya dengan status dominion, tetapi dengan pemimpin barunya yaitu Jwaahalal Nehru menuntut kemerdekaan penuh. Namun pada tahun 1931 Inggris mengajak untuk mengadakan konferensi meja bundar, tetapi kongress menolak dan hanya kaum liberal yang hadir maka konferensi gagal.
Inggris dengan terpaksa mengeluarkan Government of India Act tahun 1935 yang berarti perubahan besar-besaran dalam pemerintahan India dengan isinya :
a.Birma dipisahkan dari India (Birma dahulu termasuk bagian dari India)
b.India dibentuk sebagai negara federasi
c.Propinsi-propinsi diberi otonomi
d.Pertahanan dan urusan luar negeri tetap diatur oleh Gubernur Jendral Inggris
e.Undang-undang ini baru akan berlaku tahun 1937
Pada tahun 1937 pemilu provinsi, Hindu, yang didominasi Partai Kongres di bawah Nehru, memenangkan delapan dari sebelas provinsi. Liga Muslim di bawah Jinnah menuntut sebuah negara terpisah mereka sendiri disebut Pakistan. Kedua Gandhi dan Partai Kongres bertekad untuk mempertahankan kesatuan India. Setelah munculnya perang dunia II (1939-1945) memperkuat kedudukan nasionalisme India, pemerintah Inggris takut akan timbulnya huru-hara yang dilakukan oleh rakyat India sehingga meperlemah Inggris dari dalam, terlebih ketika benteng pertahan Inggris di Singapura jatuh dan Jepang masuk hingga tapal batas India. Untuk melawan arus pasukan jepang, inggris membutuhkan pasukan militer dari India. Selain itu inggris butuh perlengkapan perang dari india yang merupakan salah satu perusahaan baja yang paling terbesar di india yaitu Tata-concern.

0 komentar:

Poskan Komentar

Setelah membaca posting Berikan Komentar anda untuk memperbaiki kesalahan tulisan kami..

belajar sejarah itu???

Kegiatan Atau Program K.I.S.A.H

  • 1. Upgrade Peduli Nias, Nias Expo 2009 pada tanggal 26 Desember 2009 bekerja sama dengan staff dari Menpudpar dan Media Massa Cetak Sinar Indonesia

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites